Showing posts with label Potensi. Show all posts
Showing posts with label Potensi. Show all posts

Peaberry si Kopi Lanang Berbiji Tunggal yang Langka


Selama ini, yang sering kita dapati , biji kopi adalah berbiji dua tiap butirnya. Dengan memetik satu buah biji kopi, kita akanmendapat dua buah green bean yang berbentuk setengah bola lonjong. Namun ternyata ada beberapa biji kopi yang “diluar kebiasaan” yaitu dari satu biji kopi hanya terdapat satu green bean.

Biji “yang tidak biasa” ini sering disebut Peaberry Coffee. Namun di Dataran Tinggi Gayo Aceh Tengah biji kopi jenis ini dinamakan Kopi Rawan atau Kopi Lanang. Memang belum banyak yang tahu tentang biji kopi yang terbentuk oleh proses anomali pembuahan ini. Biji tunggal yang bersifat infertil ini hanya bisa ditemukan maksimal 5% dari seluruh biji kopi yang dipanen dari kopi jenis arabika ini.

Para pencinta kopi yang merasakan nikmatnya minum kopi tanpa harus merasakan plak di bagian tenggorokan, akan segera memilih biji kopi Peaberry. Kopi berbiji tunggal yang memiliki aroma kuat dan aroma lebih asam, dinyakini memberi khasiat menambah energi dan vitalitas peminumnya. Harganya memang lebih mahal dari kopi berbiji ganda yang biasa karena proses pengumpulannya yang sulit. Harganya hampir dua kali lipat dari biji kopi biasa.

Kopi lanang atau Peaberry Coffee merupakan jenis kopi berbiji tunggal yang berbeda dengan jenis kopi lain yang berbiji jamak (terbelah dua). Untuk mendapatkan kopi ini, kamu perlu menyortir banyak kopi jenis robusta karena jumlahnya yang memang sedikit. Dari 50 kilogram biji kopi, kamu hanya akan mendapatkan sekitar 800 gram biji kopi tunggal ini (sekitar 5% dari kopi berbiji jamak).

Rasanya lebih nikmat dan lebih gurih. Kopi hasil seduhan juga terlihat lebih jernih namun tidak pahit seperti kopi berbiji jamak.  Kopi ini populer seteah kopi luwak boooming dipasaran. Peaberry dari Indonesia mendamping perjalanan kopi luwak Indonesia di luar negeri. Walau tidak terkenal seperti kopi luwak, namun pecinta kopi lanang (bahasa jawa : pria) akan lebih memilih kopi yang bercitarasa khas ini.  Salah satu contoh adalah Bapak Irwandi Yusuf, manta Gubernur Aceh yang hanya meminum kopi jenis ini. Sering sekali beliau memborong kopi hingga butir terakhir walau harganya jauh diatas harga kopi arabika biasa.

Sebagai informasi tambahan, kopi mahal yang  dipercaya memiliki khasiat untuk meningkatkan vitalitas kaum Adam dalam hal seksualitas ini pernah dianggap sebagai “produk gagal” dari pohon kopi dan akan dibuang begitu saja.

Seperti apa itu? Silakan teguk secangkir seduhan Peaberry Coffee hasil tanah Indonesia dan nikmati sensasinya.

Kopi Excelsa



Kopi telah mendapatkan tempat tersendiri dihati masyarakat Indonesia. Kenapa? Karena kopi ini telah menjadi mata pencaharian atau sumber pendapatan bagi sekitar 3 juta petani di Indonesia. Maka wajar saja apabila kopi menjadi komoditas andalan ekspor dan sumber pendapatan devisa negara. Kopi menempati peringkat ke empat terbesar didunia.Kopi memiliki sejarah panjang dan memiliki peranan penting bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Pohon kopi berasal dari famili Rubiaceae yang  terdiri atas sekitar 500 genus dan lebih dari 6000 spesies. Sebagian besar tumbuhan ini berwujud semak dan tumbuh baik pada iklim tropis. Ada empat jenis kopi yang dikenal,yaitu kopi arabika, kopi robusta, kopi liberika dan ekselsa. Kelompok kopi yang dikenal memiliki nilai ekonomis dan diperdagangkan secara komersial yaitu kopi arabika dan kopi robusta.

Kopi jenis robusta dan arabica sudah sangat familier. Sedangkan kopi Liberika sudah penulis bahas di postingan sebelumnya. Sekarang kita coba lihat kopi yang satu lagi yaitu Kopi Excelsa.

Jenis kopi excelsa sangat mirip dengan kopi liberika. Kopi yang berasal dari Afrika Barat ini ditemukan oleh A. Chevalier pada tahun 1905. Pertama kali dijumpai di sekitar Sungai Char, dekat Danau Chad.

Kopi Ekselsa memiliki daun bulat dengan pinggiran agak halus, daun yang masih muda akan berwarna ungu agak merah terbakar sebelum akhirnya beralih ke warna hijau setelah usia tua, meski demikian beberapa daun masih menampakkan aksen ungu. Kopi ini berbatang kekar dan mampu mencapai 9 meter dengan cabang primer yang bisa bertahan lama dan berbunga pada batang yang tua. Kopi jenis Excelsa memang tidak terlalu populer dunia, namun sangat populer di Filipina.

Kopi Jenis ini sangat cocok dibudidayakan di dataran rendah yang basah karena memang daya tahan hidup kopi ini sangat kuat. Kopi ini merupakan jenis kopi yang relatif mudah dalam pembudidayaannya, karena tidak rentan terhadap serang penyakit dan kopi ini dapat juga ditanam di atas lahan gambut. Cukup dalam kurun waktu 3,5 tahun, tanaman kopi ini sudah mampu memproduksi butir  kopi sekitar 800-1200 kg per Hektar.

Di Indonesia kopi jenis Ekselsa (Excelsa coffee) sangat jarang dibudidayakan oleh masyarakat. Namun tidak sama halnya dengan masyarakat di Kabupaten Tanjung Jabung Barat – JAMBI, para petani disana telah membudidayakannya sejak 50 tahun yang lalu. Dalam segi harga memang kopi ini jauh dibawah harga kopi arabika, meskipun demikian adakalanya harga kopi ekselsa lebih mahal dari harga kopi Robusta.

Kopi excelsa mempunyai cita rasa dan aroma yang dikategorikan kuat dan dominan pahit. Beberapa peneliti luar negeri juga mulai tertarik kopi excelsa indonesia. Beberapa keunggulan kopi excelsa antara lain : mempunyai fisik yang lebih besar dari kopi arabika maupun robusta dan cenderung berbuah sepanjang tahun, mudah dibudidayakan, dan relatif tahan terhadap hama dan penyakit.