Showing posts with label Fiksi. Show all posts
Showing posts with label Fiksi. Show all posts

Novel Fenomenal yang Mampu Meramal Masa Depan #2



Cerita dalam sebuah novel fiksi hanyalah sebuah cerita imajiner pengarang untuk menghibur pembaca novelnya. Sebuah jalinan kejadian yang tidak benar - benar terjadi.

Namun bagaimana jika ternyata justru DIKEMUDIAN HARI cerita itu menjadi kenyataan. Apakah itu sebuah ramalan??

Novel Ralph 124C 41+ 

Novel unik karya Hugo Gernsback ini diakui banyak orang sebagai novel fiksi ilmiah paling akurat yang berhasil meramalkan apa yang akan terjadi di masa depan. Novel yang awalnya terbit sebagai cerpen di majalah Modern Electric pada tahun 1911 ini mengisahkan tentang seseorang yang hidup di masa depan yang sangat canggih di mana televisi menggunakan teknologi remote-control, film bersuara, makanan sintetik (buatan), pakaian dari bahan sintetik, radio, pesawat ulang-alik, dan lain-lain. Dan seperti yang Anda ketahui, apa yang ditulis di novel itu, kini semuanya telah menjadi kenyataan.

Novel From The Earth To The Moon

Tahun 1865, Jules Verne menulis karya fiksinya berjudul From the Earth To The Moon. Dalam bukunya tersebut, dikisahkan tentang Pemerintah Amerika Serikat yang melakukan misi perjalanan ke bulan dengan pesawat antariksa. Uniknya, apa yang ditulis Jules Verne tersebut ternyata secara akurat menggambatkan misi ke bulan yang pertama kali dilakukan NASA di tahun 1969. Ada pun kemiripan yang ada antara novel dan misi NASA tersebut adalah :
  • Dalam novel, Jules Verne menulis nama pesawat antariksa yang digunakan adalah "Columbiad". Sedangkan pesawat antariksa NASA yang diluncurkan pertama kali ke bulan pada tanggal 16 Juli 1969 adalah "Columbia".
  • Bentuk dan ukuran pesawat antariksa Columbiad dan Columbia sama persis.
  • Pesawat Columbiad dan Columbia sama-sama hanya bisa diisi 3 orang awak.
  • Saat kembali ke bumi, baik Columbiad dan Columbia mendarat di Lautan Pasifik.
Novel The World Set Free 

Tahun 1914, H.G. Wells merilis novelnya berjudul The World Set Free. Novel ini mengisahkan tentang kejadian di masa depan, di mana akan adanya penggunaan senjata nuklir dan juga efek berbahaya dari senjata tersebut.

Tahun 1932, ilmuan Leo Szilard menemukan reaksi berantai neutron yang dapat menghasilkan energi yang sangat besar. Temuan ini dipatenkannya dengan nama "Nuklir" pada tahun 1934. Dan setelah itu, senjata nuklir pun tercipta.

Novel Fiksi Fenomenal yang Mampu Meramal Masa Depan #1


Cerita dalam sebuah novel fiksi hanyalah sebuah cerita imajiner pengarang untuk menghibur pembaca novelnya. Sebuah jalinan kejadian yang tidak benar - benar terjadi.

Namun bagaimana jika ternyata justru DIKEMUDIAN HARI cerita itu menjadi kenyataan. Apakah itu sebuah ramalan??


Novel Looking Backward
Edward Bellamy menulis novel best-seller terbaiknya berjudul Looking Backward tahun 1888. Dalam novel ini, sang tokoh utama hidup di tahun 1887 dan tertidur. Pada saat terbangun, dia telah ada di tahun 2000. Di masa itu, kehidupan masyarakat telah berubah, di mana mereka menggunakan kartu untuk membeli produk dan jasa. 
Selain itu, digambarkan pula kalau di masa itu telah ada tempat belanja besar yang disebut dengan "shopping mall" dan sistem jual-beli telah dilakukan dengan menggunakan komputer. Dan seperti yang Anda ketahui, di masa kini penggunaan kartu kredit, mal-mal, dan online-shopping sudah menjadi hal umum di masyarakat kita.
Looking Backward merupakan novel karya Edward Bellamy yang paling berhasil karena isinya mampu memberi bentuk terhadap angan-angan masyarakat Amerika abad ke-19 mengenai model masyarakat yang ideal. Salah satu faktor keberhasilan Bellamy yang membuat novelnya mendapat tanggapan positif adalah karena kritiknya menyoroti sisi gelap industrialisasi yang telah mengecewakan sebagian masyarakat. Namun yang lebih penting lagi adalah bahwa gagasannya tetap tidak terlepas dari penekanan terhadap segi penting industrialisasi yang sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat abad ke-19. 
Untuk menunjukkan bahwa gagasan Bellamy yang menekankan tumbuhnya sikap solidaritas tidak terlepas dari industrialisasi abad ke-19 pertama-tama akan dibahasa mengenai persoalan sosial dan kritik Bellamy terhadap industrialisasi waktu itu. Berikutnya, pembahasan akan beranjak pada berbagai solusnya yang sagat diarahkan bagi kepentingan jalannya industri. 

Dengan menggunakan studi kepustakaan yang bersifat analisis deskriptif, penelitian akan berkisar pada pembahasan latar sosial yang terdiri atas dua periode. Periode pertama yaitu latar sosial tahun 1887, memuat kritik Bellamy terhadap industrialisasi yang menimbulkan aksi-aksi pemogokan kerja, kesenjangan sosial, serta pemborosan-pemborosan. Periode kedua yaitu latar sosial tahun 2000 yang merupakan solusi gagasan Bellamy

Novel The Wreck Of The Titan 
Futility, or the wreck of the Titan dan novel ini adalah hasil karya dari Morgan Robertson. Novel ini bercerita tentang sebuah kapal besar yang tenggelam di samudra Atlantic dalam perjalanannya dari Southampton, Britania Raya menuju New York City, Amerika Serikat. Kapal besar yang bernama Titan tersebut memiliki banyak kesamaan dengan kapal RMS Titanic. Tidak ada yang aneh ya kelihatannya, tetapi yang aneh adalah novel ini dibuat 14 tahun sebelum tenggelamnya kapal RMS titanic tepatnya tahun 1898. Wow sangat luar biasa sekali, tahun 1898 si Morgan Robertson bikin novel menghayal tentang sebuah kapal besar yang tenggelam di laut atlantic 14 tahun kemudian baru terjadi kejadian yang sesungguhnya 
Secara mengejutkan, pada tahun 1912, kapal pesiar RMS Titanic juga mengalami hal yang sama seperti yang ditulis dalam novel itu. Bukan hanya kebetulan mirip dalam nama dan kejadian, namun juga beberapa hal lain yang terbilang nyaris identik, seperti :
Ukuran. RMS Titanic berukuran 882 feet dengan berat 53,000 ton. Sedangkan Titan berukuran 800 feet dengan berat 75,000 ton.
RMS Titanic membawa hanya 16 perahu penyelamat dan 4 perahu karet. Sedangkan Titan membawa "kurang dari 24 perahu penyelamat". 
Lokasi tabrakan antara RMS Titanic dan Kapal Titan sama, yaitu 740 km dari Newfoundland.
Jumlah penumpang di dalam RMS Titanic adalah 22,000 orang dan setengah diantaranya tewas. Sedangkan jumlah penumpang di Titan adalah 25,000 orang dan setengah diantaranya tewas.
Meski begitu, ada beberapa perbedaan kecil antara kedua kapal raksasa ini. Titanic menabrak pada malam hari dimana langit sedang jernih, sedangkan The Titan menabrak pada siang hari saat sedang berkabut. 705 penumpang Titanic berhasil selamat, sedangkan dari The Titan hanya ada 13 orang termasuk sang tokoh utama. Perbedaan lainnya adalah mengenai pengalaman kedua kapal. Titanic tenggelam pada pelayaran perdananya, sedangkan The Titan sudah berlayar beberapa kali sebelumnya. Selain itu, Titanic tenggelam saat sedang berlayar dari Inggris ke Amerika, sedangkan jalur The Titan justru adalah sebaliknya. Sebelum tenggelam, The Titan menabrak sebuah kapal kecil lain hingga tenggelam, sedangkan Titanic, walaupun berdekatan dengan kapal The New York, tapi tidak menabrak apalagi menenggelamkannya. The Titan juga memiliki layar yang berguna untuk menaikkan kecepatan, sedangkan Titanic tidak memiliki layar semacam itu. Perbedaan terakhir adalah Titanic adalah 'anak tengah' dari tiga 'bersaudara', sedangkan The Titan tidak memiliki 'saudara'. 

Novel The Narrative Of Arthur Gordon Pym Of Nanctuket
Dalam buku "The Narrative of Arthur Gordon Pym of Nantucket", ditulis oleh Edgar Allan Poe, yang berceritakan tentang empat pelaut yang selamat dari tenggelamnya kapal mereka dan dipaksa memakan shipboy yang bernama Richard Parker. Po mengklaim bahwa cerita ini didasarkan pada peristiwa nyata, tapi tidak ada yang percaya padanya.
46 tahun setelah buku itu ditulis, perahu yang sebenarnya mangalami kecelakaan, dan anggota kru yang selamat menceritakan bagaimana mereka telah makan shipboy disebut yang juga bernama Richard Parker. Hal ini menyebabkan rumor bahwa penulis terkenal Amerika telah dimiliki mesin waktu.
Novel karya Edgar Allan Poe ini adalah satu-satunya karya novel Edgar Allan Poe yang berhasil diselesaikannya. Dirilis tahun 1838, novel ini menjadi salah satu karya klasir Allan Poe yang disukai oleh para penggemarnya. Salah satu karakter dalam novel tersebut bernama Richard Parker. Dalam novel tersebut, dikisahkan bahwa kapal yang ditumpangi Parker mengalami kerusuhan akibat pemberontakan yang dilakukan oleh para awak kapal terhadap pemimpin mereka. Richard dan tiga orang awak kapal kabur dengan menaiki perahu. 
Terombang-ambing di laut dan tanpa makanan, guna mempertahankan hidup, mereka kemudian memutuskan untuk mengundi. Yang kalah harus mengorbankan diri dimakan oleh teman-temannya. Parker kalah dalam undian dan tewas dibunuh dan dimakan para awak kapal tersebut.
Tahun 1884, kapal Mignolette berangkat dari Southampton, Inggris menuju Australia. Di tengah jalan, kapal tersebut karam. Sahabat anehdidunia.com hanya 4 orang yang selamat dan terombang-ambing di atas perahu. Salah satu orang yang selamat adalah seorang remaja 17 tahun bernama Richard Parker. Ketika kehabisan makanan, orang-orang yang selamat itu kemudian membunuh Parker lalu memakannya.

Sumber : dari belbagai laman di internet.